Sabtu, 28 September 2013

Tugas1 softskill Bahasa Indonesia ( Resensi Novel )

A.      Pengertian Resensi
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Resensi buku adalah ulasan sebuah buku yang di dalamnya terdapat data-data buku, synopsis buku, bahasan buku, atau kritikan terhadap buku.
Resensi berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere, artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam Bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam Bahasa Inggris dikenal dengan review.

B.      Resensi cerita novel Kamar Cewek
Kamar cewek adalah tentang Safina ( yang sok single dan sangat ingin menikah, Lona ( yang sering berganti-ganti pasangan), Tiara (yang masih sangat berharap kepada mantan pacar yang akan segera menikah), dan Ratu (yang bermasalah dengan calon mertua).
Mereka berempat menjalin persahabatan saat memasuki perguruan tinggi di Bandung. Sekarang mereka semua tinggal dan bekerja di Jakarta. Persahabatan itu masih terus terjalin dan terjaga hingga sekarang. Setiap hari Minggu, mereka masih berkumpul. Apalagi yang bukan khas cewek, obrolanj tentang laki-laki dengan segala sudutnya. Hobi berbelanja dan ngopi.
Cerita ini hanya fiksi. Cerita ini tidak hanya untuk para perempuan. Cerita yang ada layaknya seperti sebuah kamar. Kamar cewek.

resensi
1.      Identitas novel kamar cewek
Judul : Kamar cewek
Penulis                                                : Ninit Yunita dan Oktarina Prasetyowati
Penerbit                                             : GagasMedia
Kota Tempat Terbit                         : Jl. Sultan Iskandar Muda No. 100 A-B Lt.2
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12420
Tahun Terbit                                   : Cetakan pertama, 2006
Tebal halaman                                  : 244 halaman termasuk juga tentang penulis
Harga                                                  : Rp.35.000,-

2. Unsur Intrinsik
·         Tema : tentang persahabatan empat orang cewek yang memiliki ceritanya masing-masing.
·         Tokoh dan perwatakan :
Lona : seorang cewek yang suka berganti-ganti pasangan dan addict banget dengan kopi.
Tiara : seorang cewe yang sangat pelupa, polos dan masih sangat mengaharapkan mantan pacarnya.
Safina : seorang cewek yang baik, single, dan sangat ingin menikah.
Ratu : seorang cewek yang jutek, sangat mencintai kekasihnya dan selalu bermasalah dengan calon mertua.

·         Alur
Didalam novel ini memakai alur maju.


  •          Sudut Pandang
Memakai kata ganti orang pertama tunggal atau memakai akuan sertaan, karena dalam novel tersebut penulis menggunakan kata aku.

  •         Gaya Bahasa
Di dalam novel ini menggunakan bahasa sehari-hari, dan juga bahasanya tidak begitu formal.
·         Latar (setting)
Waktu : pagi, siang, sore, malam hari.
Suasana : menyenangkan, menyedihkan,dan  menegangkan.
Tempat : kedai kopi Teko, kantor, Cooffe Bean Plaza Senayan, Blok-M Plaza, Kawasan Pondok Indah, Pasar Baru, Starbucks Plaza Semanggi, Café Batavia.


  •        Keunggulan Novel
Dari segi korelasi:
Dalam novel ini mengisahkan tentang empat orang cewek yang berahabat dari perguruan tinggi. Hubungan antara satu orang dengan yang lainnya juga cukup menarik.
Dari segi isi:
Kita dapat mengetahui arti persahabatan, ditambah lagi dengan masalah-masalah yang timbul didalam novel ini adalah masalah-masalah yang kebanyakan orang alami, sehingga akan membuat orang penasaran dan ingin membacanya.

  • .      Kekurangan novel
Tidak menggunakan bahasa yang formal.

5.      Unsur ekstrinsik

  •          Synopsis
Sebuah kisah tentang 4 orang perempuan dengan karakter dan permasalahan yang berbeda-beda. Safina si feminism yang ingin buru-buru menikah karena tuntutan keluarga. Ratu si tomboy nan galak yang dibenci calon mertua. Tiara si polos konvensional yang masih cinta mati pada mantan pacarnya yang akan menikah. Dan lona si sexy yang playgirl. Dalam perbedaan itu mereka bersahabat, berbagi cerita, berbagi suka, berbagi duka, berbagi tawa, bermusuhan. Semuanya ada disini, Kamar Cewek.

  •         Biografi penulis
Ninit Yunta, lahir di Bndung, 19 Juni 1978. Menikah dengan Adhitya Mulya di tahun 2004. Pernah tinggal di Cote d’lvoire-Afrika, pernah dievaluasi karena tinggal dinegara yang masih berperang, dan mulai 2006 tinggal di Jakarta. Saat masih berada di Afrika menulis novel “kok putusin gue?” (2004) dan “Test Pack” (2005). Tahun 2006 menulis sebuah novel adaptasi dari scenario film “heart” dan juga “mendadak dangdut”.

Oktarina Prasetyowati, lahir di Palembang, 22 Oktober 1977. Tinggal dan bekerja di Bandung. Selalu bermimpi untuk menjadi full time writer atau backpack traveler. Okke adalah penggemar sepatu, golden retrieve, warna merah, anak-anak, travelling dan tattoo.


Sumber :
Novel ‘Kamar Cewek’

TULISAN1 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA (Penalaran Deduktif)

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia yang secara terus menerus yang akan menghasilkan suatu kesimpulan.
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Komponen penalaran deduktif :
Ø  Menarik kesimpulan secara langsung
Simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu posisi tempat menarik simpulan.
1.      Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)
Contoh;: semua manusia mempunyai rambut. (premis)
             Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia. (simpulan)
2.      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satupun S adalah tak-P. (simpulan)
Contoh: semua pistol adalah senjata berbahaya. (premis)
            Tidak satupun pistol adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)
3.      Tidak satupun S adalah P. (premis)
Semua S adalah tak-P. (simpulan)
Contoh: tidak seekorpun gajah adalah jerapah. (premis)
            Semua gajah adalah bukan jerapah. (simpulan)
4.      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satupun S adalah tak-P. (simpulan)
Tidak satupun tak-P adalah S. (simpulan)
Contoh: semua kucing adalah berbulu. (premis)
            Tidak satupun kucing adalah tak berbulu. (simpulan)
            Tidak satupun yang tak berbulu adalah kucing.(simpulan)
Ø  Penarikan kesimpulan secara tidak langsung
Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
1.      Silogisme, adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif yang disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan)
Contoh:
·         semua manusia akan mati.
                  Ani adalah manusia
                  Jadi, Ani akan mati. (simpulan)
·         semua manusia bijaksana
semua dosen adalah manusia
jadi, semua dosen bijaksana
2.      Entimen, adalah penalaran deduksi secara tidak langsung dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh:
·         Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada sinar matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

·         Semua ilmuwan adalah orang cerdas
Anto adalah seorang ilmuwan
Jadi. Anto adalah orang cerdas.

3.      Silogisme Katagorial, adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang term nya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Contoh:
Semua tanaman membutuhkan air. (premis mayor)
                M                            P

Akasia adalah Tanaman. (premis minor)
      S                    M
Akasia membutuhkan air. (konklusi)
      S          P
S = subjek. P = predikat, dan M = middle term

4.      Salah nalar, adalah gagasan, perkiraan atau simpulan yang keliru atau sesat. Pada salah nalar kita tidak mengikuti tata cara pemikiran dengan tepat. Telaah atas kesalahan itu membantu kita menemukan logika yang tidak masuk akal dalam tulisan.
·         Generalisasi yang terlalu luas, contoh : orang Indonesia malas tapir amah. (orang Indonesia ada yang malas dan ada juga yang ramah).
·         Pemikiran ‘atau ini, atau itu’ , contoh : petani harus bersekolah supaya terampil. (apakah untuk menjadi terampil kita selalu harus bersekolah?).
·         Salah nilai atas penyebaban, conto : Swie King jadi juara karena doa kita. ( Lawan Swie King tentu juga didoakan para pendukungnya)
·         Analogi yang salah, contoh : Rektor harus memimpin universitas seperti jenderal memimpin divisi. ( Universitas itu bukan tentara dengan disiplin tentara ).
·         Penyimpangan masalah, contoh : Program keluarga berencana tidak perlu karena tanah di Kalimantan masih kosong. (manusia tidak bisa hidup hanya dengan memiliki tanah).
·         Pembenaran masalah lewat pokok sampingan, contoh : saya boleh berkorupsi karena orang lain berkorupsi juga. (korupsi dihalakan karena banyaknya korupsi dimana-mana).
·         Argumentasi ad homitnem, contoh : ia tidak mungkin pemimpin yang baik karena kekayaannya berlimpah. (yang dipersoalkan bukan kepemimpinannya).


·         Non sequiter, contoh : partai rakyat Madani paling banyak cendekiawannya karena itu usul-usulnya paling bermutu. (tidak 01ada korelasi antara kecendekiaan dan kepandaian merumuskan usul)