Rabu, 05 September 2012

AYU, my best sister :*


Ada seorang gadis yang cantik penuh semangat dan ceria dalam menjalani kesehariannya. Selalu tersenyum dan membuat kekonyolan tersendiri. Aku amat mengenalnya. Dia adalah Ayu, seseorang yang kusebut adik meskipun kami tak sedarah. Cukup lama kami mengenal satu sama lain.
Teringat semua ceritanya dipesan singkat hingga beberapa karakter sampai terlintas dibenakku, “ ini anak ngga cape yah ngetik sebanyak ini?” :D Tapi itulah Ayu.  Sampai beberapa bulan yang lalu ia menderita penyakit lupus. Aku tak begitu mengetahui sejenis apa penyakitnya itu. Tapi karna penyakitnya itu ia tak lagi seceria dulu, tak lagi masuk sekolah, dan tergantung pada obat.
Lama tak bertemu lagi dengannya. Apakah ayu semakin mengurus? Yu, kaka aja susah buat ngurusin :D hehe *okemaap curhat* *lanjut* :)
Apa sekarang kamu udah semakin membaik yu?
Gimana kabar kamu? Kaka kangen. Seriusan kangen yu.
Tapi sekarang kaka lagi belum sempet ketemu kamu. Cepet sembuh ya ayu sayang.
Biar kita main-main lagi, fotoan bareng, ke taman bareng, makan baso bareng, ngecengin cowo bareng, cerita-cerita lagi, jalan-jalan bareng lagi. Cepet sembuh Ayu.. I MISS YOU!! L


I NEED YOUR MIRACLE, GOD! *prayforkakek*


Dibalik tubuhnya yang dulu terlihat gagah, tegas dan mampu menggendong cucu-cucunya yang masih hitungan jari, berjalan tanpa ada rasa takut untuk terjatuh. Tapi kini dia hanya mampu terbaring lemah tak berdaya di salahsatu rumahsakit Jakarta. Senyumnya sudah jarang menghias diwajahnya. Kadang airmata jatuh tanpa sengaja hingga membuat kering pipinya yang semakin menipis. Tak tega melihatnya. Setiap ucapan yang ia keluarkan tak terdengar jelas karna penyakitnya yang semakin menderitanya. Fisik yang semakin menua karna termakan usia, bahkan untuk sekedar berdiri merasakan topangan kakinya yang semakin menguruspun sulit. Dia adalah kakekku. Seseorang yang hebat karna diusianya yang tak lagi muda, ia mampu menahan sakit itu sendirian. Dan berkata ikhlas menjalani setiap pengobatan yang ia jalani. Semua keadaan ini seketika membawaku mengais masalalu bersamanya disaat usiaku masih hitungan jari, aku pernah duduk tepat berada dipangkuannya dan dipeluk dengan hangat sambil berbahagia tertawa bersamanya. Tapi kini tubuhnya teramat ringkih untuk melakukan hal yang sama dengan cucunya yang lain. Tak ada yang abadi.
Ya Tuhan.. aku percaya akan keajaiban dan takdirMu.
Meskipun aku hanyalah sebagian kecil dari keluarga besarnya, aku hanyalah cucunya yang kesekian, tapi melihat dia tak lagi mampu selain berbaring, aku tak tega.
Tak ada yang bisa mengembalikan kenangan saat ia masih mampu berdiri tegap. Saat ia masih mampu berucap dengan lantang. Kini ia hanya mampu tertidur lemas, merasakan sesakan nafasnya yang sedikit tersengal-sengal karna oksigen, warna kulitnya yang semakin menguning karna liver, dan batuk-batuk yang menyesakkan karna makanan dan minuman yang mengalir dari selang-selang rumahsakit, ditambah lagi tumor ginjal yang baru-baru ini terdeteksi pihak rumahsakit.
Apakah jalan satu-satunya hanya 'ikhlas' saat paramedis pun sudah berkata tak sanggup lagi menangani penyakitnya dan keadaannya yang semakin memburuk hingga mereka tak mampu menaklukan sakitnya dan menyerah pada Yang Kuasa?!!
Apalagi ya Tuhan? melihat dia yang semakin tersiksa menahan sakit, terlihat airmata yang menetes, dan selalu ada yang setia menjaganya disana, tapi tetap tak mampu mengembalikan semangatnya yang dulu.
"mbah, cepet sembuh yah.. kalo sembuh, kita jalan-jalan bareng mbah.. terserah mbah mau kemana. yang penting kita jalan-jalan mbah makanya harus sembuh yah mbah!! :) " itu hanya sebagian ucapan semangatku yang sering kuucapkan padanya.
Tapi dia hanya diam dan menerawang apa yang aku ucapkan. Bahkan untuk tersenyumpun sulit. Namun apakah semua yang semakin menua akan seperti ini? Apakah usia yang semakin rapuh itu akan selalu termakan oleh penyakit?!
Ya Tuhan.. berikan keajaiban dan jalan terbaik untuk beliau. Kuatkan dia, hilangkan rasa sakit ditubuhnya, angkat segala penyakitnya, sambungkan senyum-senyum yang kini mulai memudarr dari wajahnya.
Tapi jika kenyataannya ia harus berpulang padaMu, ambillah ia dengan tinggalkan separuh senyum diwajahnya, ampuni dosa-dosanya, dan berikan tempat yang terbaik untuknya, kakekku.
I need Your miracle!! :(