Dibalik
tubuhnya yang dulu terlihat gagah, tegas dan mampu menggendong cucu-cucunya
yang masih hitungan jari, berjalan tanpa ada rasa takut untuk terjatuh. Tapi
kini dia hanya mampu terbaring lemah tak berdaya di salahsatu rumahsakit
Jakarta. Senyumnya sudah jarang menghias diwajahnya. Kadang airmata jatuh tanpa
sengaja hingga membuat kering pipinya yang semakin menipis. Tak tega
melihatnya. Setiap ucapan yang ia keluarkan tak terdengar jelas karna
penyakitnya yang semakin menderitanya. Fisik yang semakin menua karna termakan
usia, bahkan untuk sekedar berdiri merasakan topangan kakinya yang semakin
menguruspun sulit. Dia adalah kakekku. Seseorang yang hebat karna diusianya
yang tak lagi muda, ia mampu menahan sakit itu sendirian. Dan berkata ikhlas
menjalani setiap pengobatan yang ia jalani. Semua keadaan ini seketika
membawaku mengais masalalu bersamanya disaat usiaku masih hitungan jari, aku pernah
duduk tepat berada dipangkuannya dan dipeluk dengan hangat sambil berbahagia
tertawa bersamanya. Tapi kini tubuhnya teramat ringkih untuk melakukan hal yang
sama dengan cucunya yang lain. Tak ada yang abadi.
Ya
Tuhan.. aku percaya akan keajaiban dan takdirMu.
Meskipun
aku hanyalah sebagian kecil dari keluarga besarnya, aku hanyalah cucunya yang
kesekian, tapi melihat dia tak lagi mampu selain berbaring, aku tak tega.
Tak
ada yang bisa mengembalikan kenangan saat ia masih mampu berdiri tegap. Saat ia
masih mampu berucap dengan lantang. Kini ia hanya mampu tertidur lemas,
merasakan sesakan nafasnya yang sedikit tersengal-sengal karna oksigen, warna
kulitnya yang semakin menguning karna liver, dan batuk-batuk yang menyesakkan
karna makanan dan minuman yang mengalir dari selang-selang rumahsakit, ditambah
lagi tumor ginjal yang baru-baru ini terdeteksi pihak rumahsakit.
Apakah
jalan satu-satunya hanya 'ikhlas' saat paramedis pun sudah berkata tak sanggup
lagi menangani penyakitnya dan keadaannya yang semakin memburuk hingga mereka
tak mampu menaklukan sakitnya dan menyerah pada Yang Kuasa?!!
Apalagi
ya Tuhan? melihat dia yang semakin tersiksa menahan sakit, terlihat airmata
yang menetes, dan selalu ada yang setia menjaganya disana, tapi tetap tak mampu
mengembalikan semangatnya yang dulu.
"mbah,
cepet sembuh yah.. kalo sembuh, kita jalan-jalan bareng mbah.. terserah mbah
mau kemana. yang penting kita jalan-jalan mbah makanya harus sembuh yah mbah!!
:) " itu hanya sebagian ucapan semangatku yang sering kuucapkan padanya.
Tapi
dia hanya diam dan menerawang apa yang aku ucapkan. Bahkan untuk tersenyumpun
sulit. Namun apakah semua yang semakin menua akan seperti ini? Apakah usia yang
semakin rapuh itu akan selalu termakan oleh penyakit?!
Ya
Tuhan.. berikan keajaiban dan jalan terbaik untuk beliau. Kuatkan dia,
hilangkan rasa sakit ditubuhnya, angkat segala penyakitnya, sambungkan
senyum-senyum yang kini mulai memudarr dari wajahnya.
Tapi
jika kenyataannya ia harus berpulang padaMu, ambillah ia dengan tinggalkan
separuh senyum diwajahnya, ampuni dosa-dosanya, dan berikan tempat yang terbaik
untuknya, kakekku.
I
need Your miracle!! :(


Tidak ada komentar:
Posting Komentar