Penalaran merupakan pemikiran, logika, dan pemahaman. Penalaran adalah
proses berpikir yang dapat menghasilkan pengertian atau kesimpulan. Induktif
merupakan hal yang dari khusus ke umum sehingga dapat dikatakan berpikir
induktif adalah pola berpikir melalui hal-hal yang dari khusus lalu dihubungkan
ke hal-hal yang umum. Penalaran Induktif adalah proses yang berpangkal
dari peristiwwa yang khusus dan menghasilkan suatu kesimpulan atau pengetahuan
yang bersifat umum.
Contoh
penalaran induktif : kucing berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
kelinci berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Panda berdaun
telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang
biak dengan melahirkan.
·
Bentuk-bentuk
Penalaran Induktif:
a.) Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran
yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh:
Andika Pratama adalah
bintang film, dan ia berwajah tamapan.
Raffi Ahmad adalah
bintang film, dan ia berwajah tampan.
Generalisasi:
Semua bintang film berwajah tampan. Pernyataan “semua bintang film
berwajah tampan” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah
diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya: Sapri juga
bintang iklan, tetapi tidak berwajah tampan.
Macam-macam generalisasi :
1. Generalisasi
sempurna: Generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar
penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
2. Generalisasi tidak sempurna: Generalisasi
dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomenayang diselidiki diterapkan juga
untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi yang tidak sempurna
juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang
benar.
Contoh: sekitar
37 wanita di Indonesia meninggal setiap harinya akibat kanker serviks.
b.)
Analogi
Analogi
merupakan pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Contoh
analogi :
Untuk menjadi seorang pemain bola
yang professional atau berprestasi dibutuhkan latihan yang rajin dan ulet.
Begitu juga dengan seorang doktor untuk dapat menjadi doktor yang professional
dibutuhkan pembelajaran atau penelitian yang rajin yang rajin dan ulet. Oleh
karena itu untuk menjadi seorang pemain bola maupun seorang doktor diperlukan
latihan atau pembelajaran.
Jenis-jenis
Analogi:
1.
Analogi induktif :
Analogi induktif,
yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua peristiwa,
kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada peristiwa pertama terjadi
juga pada peristiwa kedua.
Contoh
analogi induktif:
Tina mampu memenangkan Juara Cerdas Cermat karena dia siswa yang pintar
dan rajin belajar, maka Budi akan memenangkan Juara Cerdas Cermat juga jika dia
siswa yang pintar dan rajin belajar.
2.
Analogi deklaratif :
Analogi deklaratif
merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal
atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal.
contoh
analogi deklaratif :
deklaratif untuk
penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara
dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang
benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.
c.) Hubungan Kausal
Hubungan kausal (kausalitas)
merupakan prinsip sebab-akibat yang sudah pasti antara segala kejadian.
Macam
hubungan kausal :
1. Sebab-
akibat.
Contoh: Penebangan liar
dihutan mengakibatkan tanah longsor.
2. Akibat –
Sebab.
Contoh: Andri juara
kelas disebabkan dia rajin belajar dengan baik.
3. Akibat –
Akibat.
Contoh:Toni melihat
kecelakaan dijalanraya, sehingga Toni beranggapan adanya korban
kecelakaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar